Fakta Dragon Warrior

Sebagai Dwister, layaknya kita tau apakah DW itu sebenarnya.

DW ( Dragon Warrior ) yang kita banggakan ini adalah sebuah KARTUN ( oke, maaf capslock. Ini sebagai penekanan aja ). Inget baik-baik, DW itu KARTUN bukan FILM. Saya masi sering menemui Dwister bilang "Film DW" itu salah kaprah. Sebagai Dwister, kalian harus bisa bener" ngerti bahwa DW itu kartun.

Nah, kenapa saya tekankan di kartun?
Kartun menargetkan penonton dari usia 6-15 tahun. ( 6-11 tahun sebenarnya, namun 11-15 masi banyak yang mencari tontonan yang imut, dan saya termasuk XD )

Sekarang, kita sudah tau kalo DW itu kartun. Nah, apakah ciri-ciri kartun DW ini?

1. DW merupakan kartun, yang meskipun kartun kalah grafik oleh anime jepang, kartun - kartun yang ada rata" memiliki nilai - nilai yang memang cocok ditonton oleh anak" sebagai media pembelajaran.
Untuk DW sndiri, DW memiliki banyak nilai-nilai, seperti nilai kekompakan, nilai persahabatan, nilai kesetiaan, dan lain-lain. Oleh karena itu, DW memang merupakan media pembelajaran yang engga sekedar nonton

2. Karakter dalam DW masih dalam bentuk 2 Dimensi. Kenapa saya bisa bilang begitu?
> Tidak ada efek bayangan di DW.
>>Hal ini membuat karakter" di DW tidak terlihat menonjol atau tampak asli
> Pewarnaan masih sederhana ( tidak ada efek gradasi )
>>Ini tampak jelas saat kalian mencoba mewarnai karakter DW di DW paper picture, akan sangat mudah. Karena hanya menggunakan 1 warna
> Gerakan masih kaku
>>Gerakan" di DW masih kaku, artinya perpindahan dari posisi 1 ke posisi selanjutnya masih terlihat dengan jelas.

3. Kartun memiliki keunggulan dibanding film. Di kartun, karakter" nya mudah memberikan emoticon, seperti *sweatdrop, *ROTFL, *falltotheground, *crying, *smirk, dll. Sedangkan di film, dengan pemain manusia asli, gak mungkin kan mereka tiba" jatuh ke lantai? Darisini kita bisa tertawa melihat emoticon" yang ditayangkan.

Nah, ada 1 lagi yang perlu kalian ketahui. DW di Indonesia jauuuuh sekali dengan DW asli china. Kalo kalian suda perna noton versi china, aku ambil contoh. Taliku akan lebih sering menggunakan trademark phrase "gulu" nya dibanding yg di Indo. Begitu pula Kyupi.

Nah, setelah post ini saya berharap Dwister bisa mengerti kekurangan dan kelebihan DW ^^